Kadar kolesterol tinggi tetap menjadi faktor risiko serius bagi penyakit jantung, stroke, dan gangguan pembuluh darah. Untuk jurnalis dan pembaca klopakindonesia.com: berikut uraian mendalam mengenai lima kebiasaan yang harus dihentikan, disertai dengan landasan ilmiah dari lembaga otoritatif kesehatan.
1. Mengonsumsi Terlalu Banyak Lemak Jenuh dan Trans
Lemak jenuh dan trans telah terbukti meningkatkan kolesterol LDL (“jahat”) dan menurunkan HDL (“baik”), yang mempercepat penumpukan plak dalam arteri—penyebab utama penyakit jantung.
Rekomendasi AHA: Batasi lemak jenuh kurang dari 6% dari total kalori harian dan hindari lemak trans sepenuhnya. Ganti dengan lemak sehat seperti minyak zaitun, alpukat, dan ikan berlemak.
Program TLC (Therapeutic Lifestyle Changes) dari NIH menganjurkan mengurangi asupan lemak jenuh dan kolesterol, serta meningkatkan konsumsi serat larut, stanol/sterol tumbuhan untuk membantu menurunkan LDL.
2. Gaya Hidup Sedentari (Kurang Bergerak)
Aktivitas fisik terbukti penting dalam menjaga keseimbangan kolesterol. Tanpa gerak, LDL cenderung meningkat sementara HDL menurun.
Riset AHA: Olahraga teratur dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik.
TLC NIH juga merekomendasikan aktivitas fisik rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang mampu mengendalikan kolesterol dan risiko penyakit metabolik.
3. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Meskipun beberapa sumber menyebut alkohol dalam jumlah kecil bisa punya efek protektif, konsumsi berlebihan malah meningkatkan trigliserida dan kolesterol LDL serta merusak fungsi hati dalam mengatur kolesterol.
Sumber nasional (Kemenkes): Menghentikan kebiasaan minum alkohol adalah salah satu kunci dalam pencegahan kolesterol tinggi.
AHA, dalam kerangka pengendalian tekanan darah dan risiko kardiovaskular, bahkan menganjurkan untuk menghentikan konsumsi alkohol sama sekali.
4. Merokok
Rokok mengandung zat beracun yang merusak dinding pembuluh darah, memudahkan kolesterol menempel, dan menurunkan kadar HDL—kolesterol baik.
Saran AHA & WHO: Berhenti merokok adalah salah satu langkah gaya hidup paling efektif untuk memperbaiki profil lipid dan menurunkan risiko penyakit jantung.
5. Kurang Tidur dan Begadang
Tidur yang tidak memadai telah terbukti memengaruhi metabolisme tubuh, meningkatkan resistensi insulin, nafsu makan, kadar trigliserida, dan LDL. Stres akibat begadang juga memperbaiki metabolisme lemak tubuh secara negatif.
Data Kemenkes: Tidur nyenyak selama 7–8 jam sehari dianjurkan untuk membantu menjaga kadar kolesterol tetap seimbang.
AHA “Life’s Essential 8”: Cukup tidur adalah salah satu dari delapan pilar vital untuk hidup sehat dan panjang umur, karena kurang tidur meningkatkan inflamasi dan tekanan darah, kedua hal ini berbahaya bagi kesehatan jantung.
Ringkasan Tim Rekomendasi (Berdasarkan Sumber Terpercaya)
Kebiasaan yang Harus Dihentikan | Rekomendasi Ilmiah |
---|---|
Lemak jenuh / trans | AHA: <6% kalori, hindari trans |
Kurang bergerak | AHA/TLC: rutin aktivitas fisik |
Alkohol berlebihan | Kemenkes, AHA: hentikan konsumsi |
Merokok | AHA/WHO: berhenti segera |
Tidur tidak cukup | Kemenkes, AHA: tidur 7–8 jam; pilar “Life’s Essential 8” |
Tambahan Penguatan Ilmiah
- WHO menyarankan pembatasan lemak jenuh <10% dari energi harian dan peningkatan konsumsi lemak tak jenuh untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
- Program TLC NIH membuktikan penurunan LDL kolesterol melalui diet rendah lemak jenuh, serat tinggi, stanol/sterol tumbuhan, ditambah aktivitas fisik dan pengendalian berat badan.
- AHA “Life’s Essential 8” (2025) mencakup makan sehat, aktivitas fisik, berhenti merokok, tidur cukup, berat badan terjaga, dan monitor kesehatan jantung termasuk kolesterol sebagai fondasi hidup sehat dan panjang umur.
Penutup
Menurunkan kadar kolesterol bukan hanya soal obat atau suplemen, tetapi perubahan gaya hidup secara menyeluruh. Menghentikan konsumsi lemak jenuh/trans, berhenti merokok, membatasi alkohol, menerapkan gaya hidup aktif, serta menjaga kualitas tidur, merupakan langkah konkret berbasis bukti untuk memperbaiki profil kolesterol dan mempertahankan kesehatan jantung.