Gerhana Bulan

- Jurnalis

Rabu, 8 Januari 2025 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerhana Bulan adalah fenomena astronomi yang terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan. Gerhana bulan hanya terjadi pada fase bulan purnama, ketika Bulan, Bumi, dan Matahari berada dalam garis lurus. Fenomena ini dapat diamati oleh semua orang di belahan Bumi yang sedang mengalami malam hari.

Jenis-jenis Gerhana Bulan:

  1. Gerhana Bulan Total:
    • Terjadi ketika Bulan sepenuhnya masuk ke dalam umbra (bayangan inti) Bumi. Saat ini terjadi, Bulan tampak berwarna kemerahan atau jingga, yang dikenal dengan istilah “Blood Moon” atau Bulan Darah. Warna merah ini terjadi karena atmosfer Bumi membiaskan dan menyaring cahaya Matahari, hanya menyisakan cahaya merah yang kemudian mengenai Bulan.
  2. Gerhana Bulan Sebagian:
    • Hanya sebagian dari Bulan yang masuk ke dalam bayangan umbra Bumi. Sebagian permukaan Bulan akan tampak gelap, sementara bagian lainnya tetap terlihat normal.
  3. Gerhana Bulan Penumbra:
    • Terjadi ketika Bulan hanya melewati penumbra (bayangan sebagian) Bumi. Jenis gerhana ini sulit diamati karena perubahan kecerahan Bulan sangat kecil, dan Bulan hanya sedikit redup tanpa ada bagian yang benar-benar gelap.

Bagaimana Terjadinya Gerhana Bulan:

Gerhana bulan terjadi ketika Bulan bergerak ke dalam bayangan Bumi, yang terdiri dari dua bagian:

  • Umbra: Bagian bayangan inti, di mana cahaya dari Matahari sepenuhnya terhalang oleh Bumi.
  • Penumbra: Bagian bayangan sebagian, di mana hanya sebagian dari cahaya Matahari yang terhalang oleh Bumi.
Baca Juga :  Fenomena Langka Strawberry Moon Hiasi Langit Malam Ini, 11 Juni 2025

Proses Terjadinya Gerhana Bulan:

  1. Gerhana Penumbra: Bulan mulai memasuki bayangan penumbra, dan redup sedikit demi sedikit.
  2. Gerhana Sebagian: Jika Bulan terus bergerak lebih jauh ke dalam bayangan, gerhana sebagian terjadi ketika sebagian Bulan masuk ke umbra Bumi.
  3. Gerhana Total: Jika Bulan sepenuhnya masuk ke dalam umbra, gerhana total terjadi. Pada saat ini, Bulan akan tampak berwarna merah, menciptakan fenomena Blood Moon.

Fenomena Warna Merah pada Gerhana Bulan:

Selama gerhana bulan total, cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi membengkok dan menyaring gelombang cahaya pendek (seperti biru dan ungu) dan hanya menyisakan gelombang cahaya panjang (seperti merah dan jingga). Cahaya merah ini mencapai permukaan Bulan, memberikan Bulan tampilan kemerahan yang dramatis.

Frekuensi dan Durasi Gerhana Bulan:

  • Gerhana bulan biasanya terjadi 2-5 kali per tahun, tetapi tidak semuanya merupakan gerhana bulan total.
  • Durasi maksimum gerhana bulan total bisa berlangsung hingga sekitar 1 jam 40 menit, tetapi setiap tahap gerhana, dari awal hingga akhir, bisa memakan waktu beberapa jam.
  • Tidak seperti gerhana matahari, gerhana bulan dapat dilihat oleh semua orang di sisi Bumi yang sedang mengalami malam hari.
Baca Juga :  Einstein Sang Penemu Teori Relativitas

Keamanan dalam Menyaksikan Gerhana Bulan:

Tidak seperti gerhana matahari, menyaksikan gerhana bulan aman dilakukan dengan mata telanjang tanpa alat pelindung khusus. Tidak ada risiko kerusakan mata saat mengamati gerhana bulan.

Mitos dan Kepercayaan Terkait Gerhana Bulan:

Sepanjang sejarah, gerhana bulan sering kali dikaitkan dengan mitos dan kepercayaan tradisional di berbagai budaya. Dalam beberapa budaya, gerhana bulan dianggap sebagai pertanda buruk atau peristiwa supernatural. Di sisi lain, sains telah membuktikan bahwa gerhana bulan adalah fenomena alam biasa yang dapat dijelaskan secara ilmiah.

Kesimpulan:

Gerhana bulan adalah fenomena langka yang indah dan mudah diamati dari permukaan Bumi. Tidak hanya merupakan tontonan alam yang menarik, tetapi juga fenomena yang membantu kita lebih memahami interaksi antara Bumi, Bulan, dan Matahari.

 

Ingin tahu mengenai gerhana matahari?

Klik:

Gerhana Matahari

Follow WhatsApp Channel inikanaku.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sesar Lembang Aktif, Ini Daftar Kecamatan yang Masuk Zona Merah
Mengenal BPA: Zat Kimia yang Perlu Diwaspadai dalam Kehidupan Sehari-hari
Gunung Batu di Sesar Lembang: Naik Ratusan Meter Akibat Dorongan Tektonik
Sesar Baribis: Ancaman Senyap di Bawah Padatnya Jakarta dan Jawa Barat
Mengapa Jembatan Kayu dengan Drum di Bawahnya Bisa Mengapung di Sungai?
Fenomena Astronomi Agustus 2025: Hujan Meteor Perseid dan Parade Planet
5 Agustus Jadi Hari Terpendek, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Apakah Besok 2 Agustus 2025 Ada Gerhana Matahari Total di Indonesia? Ini Penjelasannya
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Agustus 2025 - 09:33 WIB

Sesar Lembang Aktif, Ini Daftar Kecamatan yang Masuk Zona Merah

Senin, 25 Agustus 2025 - 22:40 WIB

Mengenal BPA: Zat Kimia yang Perlu Diwaspadai dalam Kehidupan Sehari-hari

Senin, 25 Agustus 2025 - 08:27 WIB

Gunung Batu di Sesar Lembang: Naik Ratusan Meter Akibat Dorongan Tektonik

Minggu, 24 Agustus 2025 - 12:01 WIB

Sesar Baribis: Ancaman Senyap di Bawah Padatnya Jakarta dan Jawa Barat

Senin, 11 Agustus 2025 - 21:12 WIB

Mengapa Jembatan Kayu dengan Drum di Bawahnya Bisa Mengapung di Sungai?

Info Terbaru

NEWS

Demo di Polda DIY Ricuh, Mobil dan Gedung SPKT Terbakar

Sabtu, 30 Agu 2025 - 09:10 WIB