Kebijakan Royalti Bikin Tompi Geram: Nyanyi Lagu Sendiri Harus Bayar Lebih Gede dari Pendapatan Tahunan

- Jurnalis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagi seorang musisi, panggung bukan sekadar tempat mencari nafkah. Di sana ada kebanggaan, ada ikatan emosional dengan penonton, juga kesempatan untuk merayakan karya yang lahir dari hati. Namun apa jadinya jika seorang musisi justru harus membayar lebih mahal untuk menyanyikan lagu ciptaannya sendiri?

Itulah yang dirasakan Tompi, penyanyi sekaligus dokter bedah estetika yang selama ini dikenal vokal terhadap isu-isu di dunia musik. Dalam sebuah unggahan, ia mengaku geram terhadap kebijakan royalti yang berlaku saat ini. Alih-alih memberi perlindungan, aturan tersebut justru terasa seperti jebakan.

“Bayangkan, saya harus bayar royalti lebih gede daripada pendapatan saya setahun hanya untuk nyanyiin lagu saya sendiri,” keluhnya.

Ungkapan Tompi ini bukan sekadar luapan emosi personal. Ia mewakili keresahan banyak musisi lain yang selama ini merasa kebijakan royalti di Indonesia masih jauh dari kata adil dan transparan. Logikanya, bagaimana mungkin seorang pencipta lagu dikenakan beban royalti hanya karena ia ingin membawakan karyanya sendiri?

Baca Juga :  Ford Trimotor Pesawat Terbang Pertama Yang di Produksi Massal

Masalah makin pelik ketika nominal royalti yang ditetapkan justru melampaui potensi penghasilan tahunan musisi. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar: siapa sebenarnya yang dilindungi oleh aturan tersebut? Musisi sebagai pencipta karya, atau justru lembaga yang mengelola pemungutan royalti?

Tompi pun menyoroti distribusi royalti yang selama ini kerap dipertanyakan. Banyak musisi mengaku tidak pernah merasakan hasil pembagian secara nyata, padahal publikasi tentang jumlah pemungutan selalu terdengar fantastis. Ada ketimpangan antara angka yang diumumkan dan kenyataan di lapangan.

Keresahan ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah dan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Royalti memang penting untuk menjaga hak cipta, namun sistem yang timpang hanya akan membuat musisi semakin apatis terhadap regulasi. Alih-alih melindungi, kebijakan itu bisa membunuh semangat berkarya.

Baca Juga :  Fenomena Bediding: Suhu Dingin Selimuti Indonesia Akhir Agustus 2025

Kasus Tompi menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah dalam tata kelola royalti musik di Indonesia. Bila seorang musisi besar saja mengeluhkan beban yang tidak wajar, bagaimana dengan musisi independen yang hidup dari panggung kecil?

Pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya soal uang, melainkan juga masa depan industri musik Indonesia. Kebijakan royalti yang adil dan transparan akan melahirkan ekosistem musik yang sehat, tempat musisi merasa dihargai, bukan justru dipersulit untuk bernyanyi di panggung mereka sendiri.

Follow WhatsApp Channel inikanaku.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! Bripka R Sopir Rantis Brimob Pelindas Affan hingga Tewas, Kapolri Minta Maaf
Affan Bukan Demonstran, Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob: Kapolri Minta Maaf, 7 Anggota Diamankan
Demo di Makassar Berakhir Tragis: Gedung DPRD dan Kantor Kejati Sulsel Dibakar, Tiga Orang Tewas
Api Berkobar di Jalan Diponegoro, Mess MPR RI Jadi Sasaran Amuk Massa
Demo di Polda DIY Ricuh, Mobil dan Gedung SPKT Terbakar
Kematian Driver Ojol Picu Kerusuhan, Pos Polisi Surabaya Dirusak dan Dibakar
Massa Bakar  2 Bus di Markas Gegana Jakarta Pusat, Dipicu Kematian Pengemudi Ojol
Fenomena Bediding: Suhu Dingin Selimuti Indonesia Akhir Agustus 2025
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 10:19 WIB

Terungkap! Bripka R Sopir Rantis Brimob Pelindas Affan hingga Tewas, Kapolri Minta Maaf

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 10:05 WIB

Affan Bukan Demonstran, Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob: Kapolri Minta Maaf, 7 Anggota Diamankan

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:30 WIB

Demo di Makassar Berakhir Tragis: Gedung DPRD dan Kantor Kejati Sulsel Dibakar, Tiga Orang Tewas

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:16 WIB

Api Berkobar di Jalan Diponegoro, Mess MPR RI Jadi Sasaran Amuk Massa

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:10 WIB

Demo di Polda DIY Ricuh, Mobil dan Gedung SPKT Terbakar

Info Terbaru

NEWS

Demo di Polda DIY Ricuh, Mobil dan Gedung SPKT Terbakar

Sabtu, 30 Agu 2025 - 09:10 WIB