Indonesia dikenal sebagai negeri cincin api yang dipenuhi patahan aktif dan gunung berapi. Hampir setiap wilayahnya memiliki potensi gempa, baik dari zona megathrust di laut maupun dari sesar aktif di daratan. Salah satu yang kini mendapat sorotan besar dari para ahli geologi adalah Sesar Baribis, sebuah patahan aktif yang memanjang dari Jawa Barat hingga mendekati ibu kota Jakarta.
Keberadaan Sesar Baribis dianggap sebagai ancaman senyap. Pasalnya, jalurnya melewati kawasan dengan jutaan penduduk, pusat aktivitas ekonomi, hingga infrastruktur vital negara. Jika patahan ini bergerak dan memicu gempa besar, dampaknya bisa jauh lebih parah dibanding gempa di wilayah yang jarang berpenduduk.
Sejarah Panjang Penelitian Sesar Baribis
Nama Sesar Baribis merujuk pada Gunung Baribis di Majalengka, Jawa Barat. Catatan awal mengenai keberadaannya sudah ada sejak awal abad ke-20, ketika para ahli geologi Belanda mulai memetakan struktur geologi di Jawa Barat. Namun, pada masa itu, data masih terbatas sehingga aktivitas sesar ini belum banyak diketahui secara ilmiah.
Baru pada dekade 2000-an, penelitian modern mulai mengungkap lebih banyak fakta tentang Baribis. Dengan dukungan teknologi citra satelit, pemetaan geologi, serta kajian kegempaan, ilmuwan menemukan bahwa patahan ini masih aktif dan menyimpan energi besar yang sewaktu-waktu bisa dilepaskan dalam bentuk gempa bumi.
Kajian Modern: Segmen Patahan yang Membentang Hingga Jakarta
Salah satu kajian paling penting dilakukan pada tahun 2022 oleh Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN) bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa Sesar Baribis terdiri dari beberapa segmen besar, yaitu:
- Segmen Cirebon – Indramayu – Majalengka
- Segmen Subang – Purwakarta – Karawang
- Segmen Bekasi – Jakarta – Depok – Bogor
Temuan ini sangat penting karena segmen terakhir, yakni Bekasi – Jakarta – Depok – Bogor, melintasi wilayah metropolitan dengan kepadatan penduduk luar biasa. Bayangkan, sebuah gempa besar yang bersumber dari bawah kawasan padat urban tersebut berpotensi menimbulkan kerugian luar biasa, baik dari sisi korban jiwa maupun infrastruktur.
“Patahan Senyap” yang Menyimpan Energi
Sesar Baribis disebut sebagai patahan senyap karena jarang memunculkan gempa kecil yang biasanya menjadi indikator aktivitas sesar. Justru karena jarang bergerak, para ahli khawatir patahan ini menyimpan energi dalam jumlah besar yang sewaktu-waktu bisa dilepaskan sekaligus.
Fenomena ini pernah diingatkan oleh sejumlah peneliti kegempaan, yang menyebut bahwa ancaman gempa besar di daratan Jawa bukan hanya berasal dari Sesar Lembang atau Sesar Cimandiri, tetapi juga Baribis yang melintasi kawasan urban padat.
Gempa Terbaru Jadi Pengingat
Peristiwa gempa berkekuatan magnitudo 4,7 yang mengguncang Bekasi dan Karawang pada 20 Agustus 2025 sempat dikaitkan dengan aktivitas Sesar Baribis. Namun, BMKG menegaskan sumber gempa berasal dari segmen Citarum, bukan dari Baribis. Meski demikian, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa wilayah utara Jawa Barat memang dikelilingi sesar aktif yang bisa bergerak kapan saja.
Mengapa Baribis Berbahaya?
Ada beberapa alasan mengapa Baribis dianggap berbahaya:
- Jalur padat penduduk – Segmennya melintasi kota-kota besar seperti Bekasi, Depok, Bogor, dan sebagian wilayah administratif Jakarta Timur dan Selatan.
- Infrastruktur vital – Banyak pusat pemerintahan, industri, dan jaringan transportasi nasional berada di atas jalur sesar ini.
- Potensi guncangan kuat – Karena berada di daratan, episentrum gempa bisa dangkal sehingga guncangan akan terasa lebih kuat di permukaan.
- Minim kesadaran publik – Banyak warga belum tahu atau tidak menyadari bahwa mereka tinggal di atas patahan aktif.
Pentingnya Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Keberadaan Sesar Baribis menegaskan bahwa ancaman gempa besar bukan hanya berasal dari laut atau zona subduksi di selatan Jawa, tetapi juga dari daratan yang padat penduduk.
Para ahli menekankan pentingnya mitigasi bencana untuk meminimalisir dampak bila gempa benar-benar terjadi. Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain:
- Pembangunan infrastruktur tahan gempa
- Penguatan tata ruang wilayah agar tidak banyak bangunan vital berdiri tepat di atas jalur sesar
- Edukasi publik tentang apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi
- Simulasi evakuasi yang rutin dilakukan di sekolah, kantor, maupun permukiman
Ancaman Nyata, Bukan Sekadar Wacana
Dengan semakin banyaknya penelitian ilmiah yang memperjelas jalur Sesar Baribis, masyarakat tidak bisa lagi memandang remeh ancaman ini. Seperti halnya Sesar Lembang yang terus aktif di sekitar Bandung, Baribis adalah pengingat bahwa kota-kota besar pun tidak kebal dari bencana.
Ancaman gempa besar dari Baribis memang belum bisa diprediksi kapan terjadi. Namun, dengan data yang semakin jelas, masyarakat dan pemerintah punya kesempatan untuk bersiap. Bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memastikan bahwa bila patahan itu bergerak, dampaknya bisa ditekan seminimal mungkin.