Gas air mata adalah senyawa kimia yang digunakan aparat keamanan untuk membubarkan kerumunan massa dalam situasi unjuk rasa atau kerusuhan. Meski disebut sebagai senjata non-mematikan (non-lethal weapon), gas ini tetap berbahaya karena dapat mengiritasi mata, kulit, dan saluran pernapasan.
Jenis yang paling umum adalah CS (chlorobenzylidene malononitrile) dan CN (chloroacetophenone). Kedua senyawa ini berbentuk partikel halus yang menyebar di udara ketika dilepaskan melalui tabung atau granat. Efeknya terasa seketika: mata berair, perih, sesak napas, hingga panik.
Efek Gas Air Mata pada Tubuh
- Mata: perih, panas, mata merah, dan penglihatan kabur sementara.
- Pernapasan: batuk, dada sesak, rasa terbakar di tenggorokan, berbahaya bagi penderita asma.
- Kulit: terasa panas, gatal, hingga timbul ruam.
- Pencernaan: mual atau muntah bila menghirup terlalu banyak.
Dalam kondisi ekstrem, terutama di ruang tertutup, gas air mata bisa menyebabkan kerusakan paru-paru bahkan kematian.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Gas Air Mata?
Jika Anda atau orang di sekitar terkena paparan gas air mata, lakukan langkah berikut sebagai pertolongan pertama:
- Segera Menjauh dari Sumber Gas
Tinggalkan lokasi dan cari udara segar di ruang terbuka. - Lindungi Pernapasan
Gunakan kain basah atau masker untuk menutup hidung dan mulut. - Jangan Mengucek Mata
Biarkan air mata mengalir dan bilas dengan air bersih atau larutan saline. - Cuci Kulit dan Pakaian
Lepaskan pakaian yang terkena gas, lalu cuci kulit dengan sabun ringan dan air mengalir. - Redakan Efek di Tenggorokan
Minum air putih perlahan untuk mengurangi rasa terbakar. - Cari Bantuan Medis Jika Gejala Berat
Segera ke fasilitas kesehatan bila sesak napas parah, nyeri dada, atau penglihatan tidak pulih.
Catatan Penting
- Jangan gunakan lotion atau minyak di kulit yang terkena gas, karena bisa membuat partikel kimia menempel lebih lama.
- Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan lebih rentan terkena dampak serius dari gas air mata.
Dengan memahami apa itu gas air mata, efeknya, serta langkah penanganannya, masyarakat bisa lebih siap jika sewaktu-waktu terpapar dalam situasi darurat.