Makassar diguncang kerusuhan besar pada Jumat malam, 29 Agustus 2025, ketika demonstrasi yang awalnya berlangsung damai berujung ricuh. Aksi massa berakhir dengan pembakaran gedung DPRD Kota Makassar di Jalan AP Pettarani dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.
Kronologi Kejadian
Demo berawal dari aksi protes mahasiswa dan elemen masyarakat sebagai bentuk solidaritas atas kematian pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang terlindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta pada 28 Agustus lalu. Massa menilai pemerintah tidak bertindak adil dan menuntut agar aparat yang terlibat segera diadili.
Menjelang malam, suasana berubah tegang. Massa membakar ban, menutup jalan, dan menyerang gedung DPRD. Api cepat membesar hingga melahap sebagian besar bangunan. Upaya pemadam kebakaran sempat terhambat karena akses jalan macet dan kerumunan massa yang masih bertahan di lokasi.
Korban Jiwa
Kerusuhan ini menelan korban jiwa. Laporan yang beredar berbeda-beda, namun data terbaru dari media lokal menyebut empat orang tewas:
- Syaiful – Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, tewas setelah melompat dari lantai 4 gedung DPRD.
- Budi – anggota Satpol PP Kota Makassar, juga melompat dari lantai 4.
- Ubay – fotografer DPRD Makassar, terjebak di dalam gedung dan tidak sempat menyelamatkan diri.
- Sarinawati – staf ajudan anggota DPRD, ikut terjebak dalam kobaran api.
Selain itu, sedikitnya lima orang luka-luka, dua di antaranya mengalami cedera parah akibat melompat dari lantai tinggi untuk menyelamatkan diri.
Dampak dan Kerusakan
Kebakaran menghancurkan sebagian besar gedung DPRD Makassar, termasuk ruang rapat utama dan arsip penting. Sejumlah kendaraan dinas dan pos polisi di sekitar lokasi juga ikut dibakar massa.
Kerusuhan ini menimbulkan keprihatinan luas. Warga sekitar sempat panik, sementara aparat keamanan memperketat penjagaan di beberapa titik rawan.
Aksi Susulan
Hingga Sabtu, 30 Agustus 2025, situasi di Makassar belum sepenuhnya kondusif. Sejumlah organisasi mahasiswa berencana menggelar aksi lanjutan di beberapa titik, termasuk depan Mako Brimob Polda Sulsel, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Muhammadiyah Makassar.
Polisi bersama TNI sudah disiagakan untuk mengantisipasi gelombang aksi susulan agar kerusuhan tidak kembali terjadi.
Catatan: Jumlah korban tewas masih menunggu kepastian dari pihak berwenang karena beberapa media menyebut tiga, sementara laporan terbaru menyebut empat korban jiwa.